KONFLIK ANTARA DANONE AQUA DAN MASYARAKAT KLATEN-JAWA TENGAH

Dalam dua tulisan sebelumnya, saya telah membahas beberapa alasan perusahaan yang memproduksi Danone Aqua merupakan perusahaan yang menarik untuk dibahas. Saya juga telah melakukan analisis SWOT terhadap Danone Aqua. Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang konflik yang terjadi pada perusahaan ini. Konflik adalah hal wajar terjadi dalam kehidupan manusia, karena konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Konflik terjadi karena munculnya ketidak sepakatan antara kedua belah pihak.

Penduduk Indonesia beberapa tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Semakin banyaknya penduduk Indonesia, semakin banyak pula tuntutan akan kebutuhan air, khususnya air mineral untuk minum. Air merupakan kebutuhan mutlak untuk semua makhluk hidup. akan tetapi ketersediaan air memiliki batasan tertentu, diamana bila dieksploitasi secara berlebihan persediaan air akan mulai mengering dan langka. 

Banyaknya permintaan air minum sebenarnya menjadi peluang yang sangat bagus untuk Aqua untuk memperbanyak produksinya. Memperbanyak produksi berarti Aqua harus mengeksploitasi air lebih besar dari biasanya. Salah sumber air Aqua ada di daerah Karangdowo, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pengeksploitasian air oleh Aqua di daerah tersebut menimbulkan banyak konflik dengan masyarakat. 

Aqua memiliki izin untuk mengambil air sebanyak 18 liter per detik melalui sumur bor di dekat mata air Sigedang, yang juga merupakan air sumber irigasi untuk lahan pertanian di lima kecamatan. Ironisnya, saat kurangnya air irigasi ini memicu konflik di antara petani itu sendiri dalam soal perebutan sumber air yang semakin mengering demi sawah-sawah mereka, Aqua malah mengajukan permintaan menaikkan debit dari 18 liter menjadi 60 liter per detik. Salah satu hal yang juga menjelaskan mengapa ide swasembada pangan semakin menjadi angan-angan belaka.


Kekeringan yang dialami penduduk kecamatan Karangdowo, kabupaten Klaten, Jawa Tengah terasa semakin parah dibanding tahun sebelumnya. Warga merasakan sulit sekali mendapatkan sumber air, bahkan sungai yang melintas di wilayah itu pun turut kering.
Pemanfaatan air untuk berbagai penggunaan cenderung melebihi pasokan air yang tersedia dan belum terintegrasi dengan upaya konservasi air. Pengguna air umumnya mengabaikan usaha konservasi air yang seharusnya dilakukan. Hal ini makin memberikan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air dan pasokan air untuk berbagai penggunaan. Proporsi pemanfaatan air untuk setiap sektor sangat besar. Sumber mata air yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang terjadi sejak 2002 mengeksploitasi air dari sumber mata air si gedang. Mayoritas penduduk di daerah tersebut juga menopang kehidupannya dari pertanian. Karena debit air menurun sangat drastis sejak Aqua beroperasi di sana, sekarang para petani terpaksa harus menyewa pompa untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawahnya.

Penyelesaian konflik ini adalah Aqua harus lebih bijak lagi dalam mengeksploitasi air di daerah tersebut. Selain itu perlu adanya penegasan undang-undang batasan air yang boleh dieksploitasi agar kenyamanan masyarakat setempat dapat tetap terjaga.

Comments