MENJADI "DOSMUD" DOSEN MUDA ??? (TIPS MENJADI DOSEN MUDA)


Setelah dua tahun blog ini berdebu karena tidak pernah saya sentuh, kali ini saya  mencoba untuk mulai menghidupkannya. Berharap tulisan saya bisa bermanfaat untuk orang yang membaca. Kali ini saya ingin bercerita tentang menjadi "Dosmud" dan perjalanan  sejak awal kuliah.

Kenapa memilih menjadi dosen?
Sejak menduduki Sekolah Dasar ketika guru bertanya apa cita-cita saya. Saya selalu menjawab "Dosen" tanpa tau persis apa itu sebenarnya dosen. Yang ada di benak saya waktu itu adalah dosen itu keren selalu muda dan gaul karna selalu mengajar dan bergaul anak muda.

Perjalanan panjang mengajarkan saya banyak hal bahwa mengajar  adalah tempat untuk terus belajar. Selain itu, pada hakikatnya ilmu yang dibagikan tak akan pernah berkurang akan tetapi terus bertambah. Kebahagian pun datang ketika seseorang yang pernah  diajar itu menjadi orang sukses dan orang tersebut berkata kesukesan yang didapat salah satu karena apa yang telah ajarkan.

Lulus SMA.
Ketika itu, saya yang tidak lulus Seleksi untuk masuk PTN (undangan, SBMPTN, beberpa ujian mandiri) agak males dengan melanjutkan kuliah dan ingin bekerja saja. Karena saya pikir kuliah di PTS itu pastinya lebih mahal dan kemungkinan kecil untuk mendapatkan beasiswa. Saya dari keluarga menengah, anak pertama punya dua adik, saat itu orang tua saya pun masih mampu untuk membiayai kuliah saya. Tapi saya berusaha untuk mencari beasiswa.

Akhirnya saya kuliah di UNIVERSITAS GUNADARMA, karena tidak ingin mengecewakan orang tua saya yang telah membiayai biaya pendaftaran dan uang kuliah semester pertama, saya berusaha mencari beasiswa. Iya apa aja beasiswa apa aja yang bisa bantuin saya seenggaknya buat biaya sehari-hari. Saya pun lolos seleksi beasiswa PPA dan mendapatkan biaya kuliah 5juta persemesternya. (Tentang beasiswa PPA bisa di search di postingan saya sebelumnya).

Universitas Gunadarma mempunyai program SARJANA MAGISTER (dalam waktu 4 th) yang mana S2 gratis dan dapet laptop dengan syarat IPK harus diatas 3.8 dan berbagai tes lainnya. Saya pun semangat untuk mendapatkan beasiswa ini karena dengan gelar magister akan lebih mudah untuk saya menjadi dosen. Program ini pun dapat membuat saya menjadi dosen dalam usia yang sangat muda.

Setelah melewati beberapa seleksi, Alhamdulillah saya adalah salah satu dari 22 orang yang masuk kelas SARMAG (Sarjana Magister) saya menyebutnya kelas Dewa karna mereka luar biasa pinternya dan saya hanya remahan rengginang di kaleng khong***. Pelajaran yang didapatpun sangat padat dari Senin sampai jumat (pagi sampai sore terkadang malam) karena untuk mengejar 4 tahun selesai S2. Suatu ketika saya berada dalam keadaan sangat "down" dan tidak sanggup untuk mengikuti kelas ini. Lalu mama saya pun berkata " Kalau kamu bilang kelas kamu dewa semua, kamu berarti juga dewa, walau dewa petir atau dewa hujan ya tetap dewa juga". Saya renungi maksud perkataan mama saya. Jadi maksudnya adalah jangan pernah menyamakan kemampuan dengan orang lain. Percaya pada diri sendiri sehingga dapat memperkuat potensi.

Selain kuliah, saya menjadi asisten dosen di LAB ECOMMERCE, selain untuk mendapatkan uang tambahan, disini saya bisa belajar untuk mengajar mahasiswa. Practice make perfect. Biar nanti gak kaku kan ya. Hehe.

Selama kuliah tidak hanya mengerjakan tugas. Saya juga mencoba rajin untuk publikasi seperti membuat -paper, jurnal dan karya ilmiah-. Untuk biaya ditanggung oleh kampus. Jadi saya mempresentasikan tulisan yang saya buat dengan teman sekalian jalan-jalan gratis. National Conference yang saya pernah ikuti 3 tahun berturut-turut adalah CITEE yang diadakan oleh UGM (UNIVERSITAS GAJAH MADA bukan Gunadarma Margonda loh ya haha). Jadi presentasi papernya di Jogja. Asyik kan. Publikasi ini bisa menambah nilai plus di CV ketika melamar menjadi dosen.

Saya coba list poin-poin untuk menjadi dosen muda.

  • Cari cara untuk kuliah sampai lulus S2 dengan cepat
  • Buat paper, jurnal atau karya ilmiah baik nasional ataupun international
  • Menjadi asisten dosen
  • Terus belajar dan cari beasiswa S3


Sekian dulu cerita dari saya, yang mau sharing, koreksi atau menambahkan boleh komen ya. Next post- Pengalaman seleksi dan interview dosen... Terimakasih sudah mampir.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

KONFLIK ANTARA DANONE AQUA DAN MASYARAKAT KLATEN-JAWA TENGAH