LAKUKAN INI UNTUK MENDUKUNG 33 JUTA ANAK INDONESIA MENJADI GENERASI MAJU

Indonesia merupakan negera berkembang yang memiliki potensi luar biasa untuk menjadi negara maju. Dikutip dari Detik.Health mengenai Data Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2017 lalu mencatat ada lebih dari 33 juta anak usia dini yang mendominasi piramida penduduk Indonesia.
sumber gambar : www.freepik.com

Menjadi negara maju terbentuk dari berbagai fakor, salah satunya adalah kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) seperti pendidikan, penguasaan terhadap teknologi, penanaman moral dan etika serta pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental. Ada 33 juta anak Indonesia yang akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia, mereka merupakan faktor utama penentu masa depan bangsa, mereka harus bisa menjadi generasi maju.

33 juta anak Indonesia, mau jadi apa mereka kelak? 
33 juta anak Indonesia, mau dibawa kemana bangsa ini kedepannya?
33 juta anak Indonesia, apakah mereka sudah siap menjadi generasi maju penerus bangsa?

33 juta anak Indonesia harus tumbuh dan berkembang dengan baik agar menjadi generasi maju yang berkualitas. Apapun profesi mereka di masa depan, haruslah dapat bermanfaat untuk bangsa ini, mengharumkan bangsa ini serta memajukan bangsa ini. Oleh karena itu, mereka butuh asupan gizi yang baik dan dukungan nutrisi yang cukup sehingga terbentuklah SDM Indonesia dengan potensi unggul yang akan membawa Indonesia kearah yang lebih baik di masa depan.
sumber gambar : www.freepik.com
Dukungan asupan gizi dan nutrisi tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah melalui program- program peningkatan asupan gizi saja, keluargalah yang mampu memberikan, menerapkan, mendukung dan memantau asupan gizi serta nutrisi pada anak. Menurut Pedoman Gizi Seimbang yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI 2014, prinsip gizi seimbang itu terdiri dari 4 (empat) pilar yang pada dasarnya merupakan rangkaian upaya menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan memonitor berat badan anak secara teratur. 

sumber gambar : www.freepik.com

4 (empat) pilar pedoman gizi seimbang tersebut adalah sebagai berikut:
  • Mengonsumsi makanan yang beragam
Tidak ada satupun makanan yang megandung semua zat gizi yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan kalsium. Setiap jenis makanan rata-rata mengandung 1-3 jenis zat dengan presentasi yang berbeda-beda. Contohnya nasi mengandung banyak karbohidrat tetapi kurang vitamin dan mineralnya. Sayur dan buah kaya akan mineral dan vitamin tetapi miskin protein. Jadi kita sebagai orangtua dan keluarga harus memberikan makanan beragam untuk anak, agar semua zat gizi yang diperlukan tubuh tercukupi.
  • Membiasakan perilaku hidup bersih 
Penyakit yang disebabkan karena perilaku hidup yang tidak bersih adalah penyakit infeksi. Sakit pada anak sangat mempengaruhi status gizi secara langsung, bagimana tidak biasanya berat badan anak turun secara drastis ketika sakit. Penderita penyakit infeksi akan menurunkan nafsu makan sehingga zat gizi yang masuk berkurang. Oleh karena itu orangtua sangatlah penting memelihara kebersihan secara keseluruhan agar anak tidak gampang sakit, 
  • Melakukan aktifitas fisik
Untuk menyeimbangkan zat gizi yang masuk, perlu adanya aktifitas fisik seperti olahraga agar ada eneri yang keluar, Olahraga juga sangat bermanfaat untuk melancarkan metabolisme tubuh. 

  • Memantau dan mempertahankan berat badan ideal
Orang dewasa indikator gizi seimbang telah terpenuhi dengan berat badan ideal berdasarkan IMT (Indeks Masa Tubuh), sedangkan anak- anak pemantauannya dengan KMS (Kartu Menuju Sehat), dimana berat badan anak harus naik dalam kurun waktu tertentu agar terus berada paga grafik yang berwarna hijau sebagai indikator gizi seimbang yang telah terpenuhi. 

4 pilar di atas sebaiknya diterapkan masyarakat luas pada umumnya orangtua dan keluarga pada khususnya untuk anak. Selain 4 pilar tersebut orangtua juga sebaiknya terus mengasah kreatifitas anak. Kreatifitas anak dapat berupa bermain yang melatih sensorik dan motorik, membuat prakarya bersama anak, jalan- jalan bersama untuk melatih kemampuan sosial dan tidak lupa menanamkan pelajaran agama dan budaya sedini mungkin dan melatih anak untuk mandiri dalam memecahkan masalahnya sendiri.

Setiap orangtua yang menerapkan berarti satu dari 33 juta anak Indonesia akan terpenuhi gizi, nutrisi dan stimulasinya. Semakin banyak orangtua yang menerapkan semakin banyak dukungan terhadap pemenuhan nutrisi 33 juta anak Indonesia. Dengan gizi dan nutrisi yang terpenuhi maka 33 juta anak Indonesia akan menjadi generasi maju.

Comments

  1. Setuju mba bukan hanya tanggung jawab pemerintah, karna org tua yang 24 disamping anak"

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mba echi... ayo kita dukung nutrisi 33 juta anak indonesia

      Delete
  2. Semoga banyak orang yg peduli kepada nasib anak² bangsa di negara ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SELLY: SI KEYBOARD AJAIB UNTUK PENJUAL ONLINE