HARI PERTAMA MENJADI DOSEN


Menjadi seorang dosen memanglah cita-citaku sejak aku masih duduk di Sekolah Dasar. Alhamdulillah cita-citaku tercapai. Aku resmi menjadi dosen tetap di salah satu Universitas Swasta di Jakarta, yaitu Universitas Indraprasta PGRI. Ketika masih menyelesaikan studi magister aku mengajar mahasiswa di Lab Ecommerce Gunadarma. Setelah s2 ku selesai aku hamil dan aku berhenti dari kegiatan mengajarku untuk fokus pada kehamilan dan ingin merawat sendiri bayiku. Menjadi dosen "betulan" seakan i found my self, Aku sangat senang bisa mengajar kembali, tidak cuma mengajar, sekarang aku benar-benar menjadi dosen. Ah senangnya....
Baca juga: Bagaimana Menjadi Dosen Muda

8 September 2018, hari pertama aku mengajar mahasiswa. Absolutely so nervous. Padahal temanku dan beberapa dosen lain bilang "tenang,hari pertama cuma pekenalan aja ko", "learning by doing aja nanti lama-lama juga biasa", "pede aja pokoknyaz", "santai aja anggap aja mereka kayak adik sendiri" dan lain lain. Beberapa saran ini tidak mampu mengurangi rasa nervous, akupun mengetikkan keyword di Google - Bagaimana cara mengajar dosen baru - Menjadi dosen baru - Hari pertama mengajar dan lain sebagainya. Semua aku baca dan persiapkan dengan baik sampai malam hari yang keesokkannya akan mengajar, tetapi ketika memasuki kelas.....

NGE-BLANK.... i don't know what i will do, aku harus apa? kenalannya gimana? kalo mereka ngetawain aku gimna? kalo mereka ga suka sama aku? kalo mereka ga ada yang dengerin? gimana ngabisin waktu 2 jam,ngomong apa aja nih? dan banyak lagi yang kekhawatiran yang berputar dikepala ku.

Take a deep breath... always hard for the first time, gumamku dalam hati berusaha serileks mungkin. Sebenarnya, aku sudah cukup biasa mengajar khususnya mahasiswa. Ta[i entah kenapa kali ini terasa baru, mungkin karena aku terlalu lama dan asyik di rumah. Setelah mencoba tarik nafas dalam-dalam,aku berjalan menuju meja dosen yang disediakan, menaruh tas, membuka dan mengambil spidol, lalu ....

Bislmillah, dengan suara lantang aku ucapkan "Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, selamat pagi semua". Merekapun menjawab salamku. Aku menuliskan namaku di white board, MILLATI IZZATILLAH, "Perkenalkan ini nama saya, kalian boleh panggil saya ibu Millati, harap perhatikan betul ya nama saya, karena jika kalian salah menulis nama saya, nilainya saya kurangi" ucapku sambil tertawa. Merekapun ikut tertawa.

Aku cukup senang kelas pertamaku mengajar cukup cooperative, mereka mendengarkanku dengan antusias dan terlihat menghargaiku. Suasanapun menjadi santai dan suddenly nervous ku hilang entah kemana dan waktu berjalan dengan menyenangkan.

Oiya pertemuan pertama perkenalan ini, aku buat dengan cara yang tidak biasa. Aku tidak menjelaskan ke mereka tentang siapa diriki, latar belakang pendidikanku dan lain-lain. Tetapi aku meminta mereka yang aku sebutkan namanya untuk memperkenalkan diri mereka dan bertanya tentang aku 1 pertanyaan. Pertanyaan boleh apa saja, asal sopan dan tidak aneh-aneh pastinya ya, juga setiap orang tidak boleh sama. 
                                              Baca juga: Mengurus NIDN
Setelah perkenalan aku menjelaskan bagaimana cara aku memberikan nilai. Aku sampaikan kepada mereka pertama yang aku nilai bukanlah kepintaran semata, tetapi akhlak dan attitude, jadi jelas penilaianku akan subjektif. Mengapa demikian? Menurutku apalah arti kepandaian dan kepintaran jika tidak bisa bersikap dan berperilaku baik. Karena kedepannya mereka sangat membutuhkan hal tersebut.

Waktupun berjalan dengan cukup menyenangkan, 20 menit terakhir aku sampaikan mengenai RPS (Rencana Pembelajaran Semester) lalu singkat tanya jawab untuk mengetahui pemahaman mereka.

Begitulah cerita hari pertamaku menjadi seorang dosen. Semoga aku bisa menjadi dosen yang tidak hanya mengajar dan mendidik mahasiswa dengan cara yang menyenangkan tetapi juga selalu memberikan inspirasi, inovasi dan motivasi. AAMIIN. 

Comments

Popular posts from this blog

SELLY: SI KEYBOARD AJAIB UNTUK PENJUAL ONLINE